Review Lengkap Redmi Note 7 by Xiaomi Snapdragon 660 AIE Kamera 48MP Muantap Pokoke

Setelah kurang lebih semingguan menggunakan smartphone Redmi Note 7, akhirnya saya tertarik untuk memberikan review suka duka selama menggunakan Redmi Note 7 ini. Redmi Note 7 sekarang bukan lagi bernama Xiaomi Redmi Note 7. Mulai seri Redmi Note 7 ini secara sah Xiaomi melepaskan brand Redmi untuk berdiri sendiri, tapi masih di bawah payung Xiaomi. Maka smartphone satu ini bisa disebut Redmi Note 7 by Xiaomi, bukan Xiaomi Redmi Note 7. Dan ini berlaku juga buat smartphone Redmi 7 jika suatu saat nanti dirilis.

Diberikan kewenangan sendiri, Redmi nenghebohkan pasar smartphone dengan meluncurkan seri Redmi Note 7 yang mengusung spesifikasi yang luar biasa mewah tapi dengan harga yang cukup murah. Jika kemarin kemarin seri Redmi itu merupakan seri “murah” dari Xiaomi, kini istilah tersebut sepertinya sudah tidak layak lagi untuk Redmi Note 7 ini. Spesifikasi yang ada pada Redmi Note 7 tidak terlihat seperti seri “murah” malah bisa dikatakan seri “mewah”.

Pasalnya dengan spesifikasi yang diusung, Redmi Note 7 cuma dibendrol dengan harga 2 jutaan saja (harga di China). Harga 2 jutaan memang sudah kelewat murah jika dibandingkan dengan spesifikasi yang diusung. Walau Redmi Note 7 ini belum rilis di Indonesia tapi saya yakin untuk harga nanti bakal 2 jutaan, sementara untuk harga versi China masih di atas 3 jutaan. Jadi sebaiknya tunggu rilis resmi di Indonesia saja bagi yang pengen meminang Redmi Note 7.

Unboxing Review Redmi Note 7 Indonesia

Sebelum membahas lebih jauh tentang spesifikasi Redmi Note 7, kita lihat dulu video unboxing Redmi Note 7 berikut.

Jadi per artikel ini diterbitkan (Februari 2019) Redmi Note 7 belum masuk secara resmi ke Indonesia, jadi saya mendapatkan smartphone ini dari penjual yang langsung import barang dari China. Jadi Redmi Note 7 yang akan saya review adalah versi China. Memang mulai saat ini, atau 2018 kemarin, smartphone Xiaomi biasanya dibedakan oleh 2 varian pabrikan, yang pertama smartphone yang diproduksi di China biasa disebut versi China, dan yang kedua adalah smartphone yang diproduksi di luar China atau biasa disebut versi Global (misal di Indonesia, India, Eropa, dll). Perbedaan dari versi China dengan versi Global adalah dari sisi software/ firmware/ ROM, untuk jeroan/ hardware sama saja.

Kelebihan Kekurangan Redmi Note 7

Jadi karena Redmi Note 7 sementara ini belum masuk resmi, maka yang akan saya review berikut ini adalah Redmi Note 7 versi China. Dikarenakan versi China yang langsung import dari China, maka software/ ROM pun masih China, belum ada Bahasa Indonesia.

Oke sekarang kita bahas sedikit spesifikasi yang diusung Redmi Note 7. dari segi prosesor, Redmi Note 7 sudah menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 660 AIE (14 nm). Snapdragon 660 ini ditopang oleh 8 core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260). Kryo merupakan salah satu teknologi yang dipakai pada seri seri flagship Xiaomi sebelumnya, kini sudah mulai merambah ke seri Redmi, mulai dari Redmi Note 5. Chipset Snapdragon 660 ini kemudian dipasangkan dengan GPU Adreno 512 yang sudah sangat mumpuni untuk digunakan bermain game. Snapdragon 660 ini sebelumnya dipakai oleh seri flagship Xiaomi yaitu Mi A2 dan Mi 6x. Sekarang seri Redmi juga sepertinya akan berlomba melawan seri Mi.

Hasil Skor Antutu Benchmark Redmi Note 7

Hasil benchmark menggunakan aplikasi Antutu benchmark, Redmi Note 7 mendapatkan skor 137 ribuan, cukup tinggilah, di atas seri Redmi Note 5 maupun Redmi Note 6. Dan setelah dipakai untuk main game PUBGM ini bisa dapat setting grafik HD dan framerate HIGH. Untuk digunakan main game sekelas PUBGM atau Asphalt 9 pun sangat lancar tanpa lag sama sekali. Main game panas?? Oh tentu tidak, karena saat bermain game PUBGM hanya hangat hangat kuku aja.

Performa Gaming Redmi Note 7

Dari segi desain memang Redmi Note 7 ini layaknya smartphone premium Xiaomi sekelas Mi 8. Sekilas memang hampir mirip dengan Mi 8 lite. Body belakang Redmi Note 7 sudah menggunakan kaca, jadi layar depan dilindungi Corning Gorilla Glass 5, bagian belakang pun sama, sehingga diharapkan body Redmi Note 7 akan tahan terhadap goresan. Warna yang disediakan pun sangat premium. Untuk warna Neptune Blue dan Twilight Gold memang mengusung warna gradasi (dua warna) namun untuk warna Black tidak ada gradasi. Sekilas jika melihat body Redmi Note 7 ini akan banyak yang gak percaya kalau cuma dibendrol 2 jutaan saja.

Layar Redmi Note 7 sudah kekinian yang bertemakan full view display dengan rasio 19,5:9. Rasio ini menjadikan Redmi Note 7 memiliki bezel yang lebih tipis daripada seri Redmi Note sebelumnya. Layar Redmi Note 7 membentang sepanjang 6,3 inch yang beresolusi full HD+ 1080×2340 dengan density 409 ppi. Desain layar Redmi Note 7 juga terdapat notch (poni) tapi poninya gak memanjang seperti pada seri Redmi Note 6, melainkan bentuk tetes air (water drop). Jadi layar akan terlihat lebih lega.

Desain Notch Poni Redmi Note 7

Sisi kamera merupakan salah satu fitur yang banyak membuat kontroversi. Pasalnya Redmi mengklaim bahwa kemampuan kamera Redmi Note 7 ini bisa sampai 48MP, dan di bawah kamera belakang pun tertulis label 48MP AI DUAL CAMERA. Tapi sebenarnya sensor yang dipakai cuma sampai 12MP saja, sedangkan 48MP itu cuma hasil olahan software, jadi bisa dikatakan gimmick lah. Secara juga prosesor Snapdragon 660 hanya mampu disandingkan dengan kamera maksimal berkekuatan 24MP saja. Jadi jelas 48MP itu bukan kekuatan sensor yang sebenarnya, melainkan gimmick.

Redmi Note 7 48MP Kamera

Secara default juga jika kita mengambil gambar lewat kamera Redmi Note7 juga yang dipakai adalah sensor 12MP, untuk 48MP bisa diaktifkan secara manual lewat mode di kamera. Untuk hasilnya memang terlihat sama antara kamera 12MP dengan mode 48MP. Namun jika diperbesar (zoom) memang keliatan untuk mode 48MP terlihat lebih detail dan gak pecah daripada mode 12MP.

Kamera utama Redmi Note 7 menggunakan dual kamera 12MP dan 5MP disertai LED flash dual tone. Sedangkan kamera depan berkekuatan 13MP tanpa flash.

Sensor pada kamera belakang Redmi Note 7 menggunakan sensor Samsung, namun sensor Samsung di sini bukan seperti sensor Smasung pada seri sebelumnya. Sensor kamera Redmi Note 7 sudah menggunakan sensor Samsung ISOCELL GM1, ini diklaim hampir setara dengan sensor Sony IMX586. ISOCELL GM1 merupakan teknolgi terbaru dari Samsung dengan ukuran 1/2 inch. Kamera Redmi Note 7 juga sudah dibekali fitur long exposure sampai 32 detik. Fitur lain dari kamera Redmi Note 7 adalah teknologi AI yang diklaim mampu mengenali objek tertentu sehingga foto yang dihasilkan akan lebih detail. Setelah dicoba, fitur AI pada kamera Redmi Note 7 ini bisa mengenali objek wajah, daun, rumput, bunga, awan, siang, dan malam. Mungkin masih ada beberapa objek yang bisa dikenali, namun untuk saat ini yang saya temukan masih sebatas objek itu.

Review Kamera Redmi Note 7

Untuk membicarakan fitur kamera di Redmi Note 7 ini memang kalau diteruskan bisa sangat panjang karena memang kamera menjadi fitur unggulan di Redmi Note 7. Dan secara default, camera2api di Redmi Note 7 ini sudah aktif, sehingga bagi yang suka menggunakan Google Camera (GCAM) maka anda tidak perlu melakukan unlock bootloader, tinggal install GCAM dan langsung bisa digunakan. Anda bisa menggunakan GCAm dengan fitur Nightsight yang sudah cukup populer dengan hasil kamera di kondisi low light yang sangat bagus.

Mungkin fitur yang paling menonjol dari Redmi Note 7 ini adalah kamera dan prosesor, yang merupakan fitur yang cukup wah untuk smartphone seharga 2 jutaan.

Seperti pada seri Redmi Note sebelumnya, Redmi Note 7 juga masih dibekali dengan kapasitas baterai 4000 mAh. Dengan kapasitas yang cukup besar ini diharapkan pengguna lebih puas menggunakan multimedia maupun game di Redmi Note 7 tanpa harus sering melakukan pengisian baterai. Dan Redmi Note 7 ini sudah menggunakan port USB type C yang mungkin menjadi daya tarik juga. Di samping itu pengisian baterai juga sudah mendukung Quick Charge 4. Sayangnya, walau sudah mendukung QC4, dalam paket penjualan hanya disertakan sebuah charger biasa layaknya charger smartphone Xiaomi pada umumnya dengan output 5V 2A. Iya wajar sih jika dilihat lagi dari sisi harga yang murah.

Port USB Type C Redmi Note 7

Satu fitur yang menjadi ciri khas smartphone Xiaomi atau Redmi ini adalah adanya port IR blaster (infrared) yang biasanya digunakan sebagai pengganti remot (TV, AC, DVD player, dll). Dan fitur ini juga masih bersemayam pada diri Redmi Note 7. Di samping itu juga masih disertakan port buat jack audio 3.5mm.

Redmi Note 7 juga masih dibekali LED notification yang berada di bawah agak ke kanan port USB. LED notification ini mungkin sangat berguna bagi beberapa pengguna karena bisa memberitahukan kalau kalau ada pesan masuk.

Sisi kanan dan kiri Redmi Note 7 ini masih sama seperti pendahulunya, sebelah kanan ada tombol volume dan power, sedangkan di sisi kiri ada slot SIM card nano SIM beserta micro SD. Sayangnya untuk slot yang diberikan masih hybrid, jadi hanya ada pilihan menggunakan dua SIM atau satu SIM + microSD. Mudah mudahan nanti jika rilis resmi di Indonesia slot SIM yang diberikan adalah micro SD, berdoa sajalah.

Redmi Note 7 tersedia dalam 3 varian warna dan 3 varian internal storage. Anda bisa memilih warna Neptune Blue, Twilight Gold, atau Black, dan pilihan memory 3/32, 4/64, atau 6/64 (RAM/Internal).

Oke, mungkin segitu dulu review tentang Redmi Note 7 yang bisa saya berikan, untuk review lanjutan akan saya tambahkan di artikel ini di hari berikutnya. Dari review yang sudah saya berikan di atas bisa ditarik kesimpulan akan kelebihan dan kekurangan Redmi Note 7.

Kelebihan Redmi Note 7

  • Harga tergolong murah, dilihat dari spek berbanding harga
  • Prosesor mantap SD 660 AIE
  • Hasil kamera mantap
  • Sudah USB type C
  • Depan belakang sudah Corning Gorilla Glass
  • Support Quick Charge 4
  • Desain sangat premium, gak bakal percaya kalau harga cuma 2 jutaan

Kekurangan Redmi Note 7

  • 48MP cuma gimmick, namun hasil kamera tetap puas
  • Gak ada flash depan
  • LED notifikasi terlalu kecil
  • Belum rilis resmi di Indonesia

Akhir kata, ingatlah nasehat saya ini “kekurangan hanya bisa dilihat bagi mereka yang kurang bersyukur”. Jadi sebaiknya jangan terlalu melihat kekurangan, lebih baik lihatlah yang baik baik saja.

Artikel bermanfaat lainnya...

2 Comments

  1. Slavinskaya Anna
  2. Haslan

Leave a Reply