Tips Merakit PC Bagi Pemula, Menentukan Ide dan Pemilihan Komponen PC

Kali ini saya ingin berbagi tips bagi anda yang ingin merakit PC, baik itu PC buat gaming maupun buat rendering. Sebelum anda mulai merakit PC ataupun sebelum anda membeli komponen PC anda harus terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa hal yang akan saya sebutkan di bawah. Jadi setelah anda selesai rakit dan menggunakan PC, diharapkan anda tidak menyesal dengan rakitan PC anda.

Tips Merakit PC Bagi Pemula

Jadi sebelum anda mulai merakit PC, yang harus anda pikirkan terlebih dahulu adalah, PC/ komputer seperti apa yang anda mau? Apakah buat full gaming? Atau full editing/ render? Atau buat dua duanya gaming dan editing? Atau mungkin cuma buat pekerjaan ringan saja seperti multimedia, browsing, streaming, office? Karena merakit PC itu juga disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan asal rakit atau asal beli komponen PC yang mahal mahal akhirnya cuma digunakan buat browsing dan multimedia saja. Rugi dan pastinya mubazir.

Oke, setelah anda sudah yakin dengan pilihan anda mau build PC jenis apa, langsung saja tips berikutnya adalah memilih prosesor/ CPU. Karena saat ini ada dua pilihan prosesor buat para pengguna PC, mau prosesor dari Intel atau dari AMD. Kedua prosesor tersebut sebenarnya sama bagusnya, cuma yang pasti anda sudah tahu bahwasanya untuk prosesor besutan Intel ini biasanya harganya lebih mahal daripada AMD, tapi memang diakui bahwa Intel ini lebih baik daripada AMD. Saya juga tidak berpihak di salah satu ya, tapi memang pada kenyataannya memang Intel lebih unggul. Mereka yang lebih memilih AMD biasanya dikarenakan harga prosesor AMD sendiri lebih murah.

Oke sebagai acuan saja, jika anda ingin build PC untuk keperluan banyakan editing/ render dan sedikit gaming, ambil saja prosesor AMD. Dan per 2018 ini rekomendasi prosesor AMD yang bagus adalah AMD Ryzen. Untuk lebih memaksimalkan performance untuk editing, ambil minimal yang Ryzen 5, tapi jika budget kurang boleh ambil Ryzen 3. Sedangkan jika anda ingin build PC untuk keperluan full gaming atau sedikit editing, bisa ambil prosesor Intel, yang terbaru per 2018 ini adalah generasi Skylake, Kabylake dan Coffeelake. Prosesor Intel tersebut memang sangat powerfull buat gaming. Apalagi untuk sekelas Intel Core i7, buat gaming maupun editing sudah tidak perlu diragukan lagi performance nya. Tapi sekali lagi, kembali lagi ke budget, kalau budget anda tidak sampai untuk beli Intel ya mending ambil AMD saja. Karena untuk prosesor Ryzen ini baik buat gaming maupun editing juga cukup powerfull.

Pemilihan Komponen Sebelum Rakit PC

Lantas apa saya harus memilih prosesor Ryzen atau core i Skylake, Kabylake/ Coffeelake saja, tidak ada pilihan lain kah? Oh, tidak harus, semua kembali lagi ke budget, tidak harus memilih prosesor tersebut, karena masih banyak pilihan prosesor, baik Intel maupun AMD yang harganya lebih murah. Misalnya untuk Intel masih ada prosesor yang harganya terjangkan misal Intel Pentium G….(misal G4560 atau G4600). Atau untuk harga lebih murah bisa memilih generasi bawahnya misal Intel Haswell atau Ivybridge. Atau untuk AMD juga ada versi murah yaitu versi Bristol Ridge.

Untuk tahun 2018 ini saya sarankan jika anda ingin memilih prosesor Intel ambil yang Skylake/ Kabylake/ Coffelake dengan soket 1151 karena soket ini merupakan versi yang terbaru. Dan untuk AMD minimal anda pilih AMD Bristol Ridge karena sudah menggunakan soket AM4 yang terbaru. Soket terbaru memudahan anda jika ingin upgrade prosesor nantinya tanpa harus beli motherboard baru lagi atau beli RAM baru lagi.

Oke lagi, setelah anda menentukan mau pilih prosesor Intel atau AMD sekarang kita pilih RAM. Biar PC anda terlihat kekinian, gunakanlah RAM yang generasi terbaru yaitu DDR4, karena DDR4 ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan DDR3. Penggunaan RAM ini juga disesuaikan dengan penggunaan prosesor, karena ada prosesor yang hanya bisa disandingkan dengan RAM DDR4 dan ada prosesor yang hanya bisa disandingkan dengan RAM DDR3. Kalau salah RAM maka PC tidak akan hidup. Jadi rekomendasi saya adalah RAM DDR4 karena bisa disandingkan dengan prosesor Intel soket 1151 dan AMD soket AM4. Namun sekali lagi semua tergantung budget, karena harga RAM DDR4 ini memang lebih mahal daripada DDR3. Yang kapasitas 4GB saja bisa terpaut harga 200 ribuan antara DDR4 dan DDR3, belum lagi jika anda butuhnya RAM 8GB berarti terpautnya hingga 400 ribuan.

Setelah pemilihan RAM, selanjutnya kita akan pilih VGA. VGA ini bisa bersifat wajib atau optional, tergantung anda menggunakan prosesor apa. Jika anda menggunakan prosesor Intel Skylake/ Kabylake/ Coffeelake, biasanya sudah include IGP (Integrated Graphic Processor) termasuk AMD seri Bristol Ridge yang APU (A6, A8, A10) juga sudah terpasang GPU di dalamnya. Cuma kekuatan VGA integrated ini kurang maksimal untuk game. Namun untuk keadaan darurat, misal budget anda belum cukup untuk membeli VGA, VGA integrated juga cukup membantu untuk gaming kelas ringan. Sedangkan untuk prosesor AMD Ryzen dan Athlon wajib menggunakan VGA karena belum/ tidak menggunakan VGA integrated.

Lantas VGA seperti apa yang rekomended untuk dibeli? VGA keluaran terbaru dari AMD dan Nvidia adalah yang rekomended. Untuk AMD anda bisa pilih VGA seri RX. Di kelas low budget ada pilihan RX460, RX550 dan RX560, di kelas bawah lagi bisa piih Radeon R7. Untuk kelas  yang lebih tinggi ada pilihan RX470, RX 480, RX 570 atau RX580. Sedangkan untuk kubu Nvidia untuk VGA kelas low budget bisa pilih GTX 1030, GTX 1050, yang kelas medium dan merakyat ada GTX 1050 TI. Untuk kelas atas bisa anda pilih GTX 1060, GTX 1070 atau GTX 1080, versi atasnya lagi bisa pilih GTX 1070 TI atau GTX 1080 TI. Nah, pemilihan VGA ini juga tergantung ke budget anda lagi. Tidak perlu harus memaksakan piliha yang harga mahal.

Oke, setelah selesai memilih prosesor, RAM, dan VGA, kini part lain tinggal menyesuaikan saja. Misal pemilihan Motherboard sesuaikan saja dengan prosesor apa yang anda pakai. Harga motherboard bebas, mau ambil yang paling murah juga tak apa. Yang penting ambil yang merk terkenal. Untuk yang mau harga murah bisa ambil merk Biostar atau AsRock. Untuk yang budget lebih bisa pilih motherboard Asus, Gigabyte atau MSI. Konsultasikan lagi untuk pemilihan motherboard ini dengan teman atau kenalan anda yang sudah berpengalaman.

Sekarang pemilihan PSU (Power Supply Unit). Untuk PSU ini kalau bisa jangan beli yang abal abal atau yang murahan. PSU ini diibaratkan jantung manusia, peranannya sangat vital, menyuplai darah. Kalau di PC berarti fungsi PSU adalah menyuplai arus listrik. Kalau jantung manusia, misal suplai darah kurang atau tersendat maka bisa menyebabkan kematian, begitu juga dengan PSU. Penggunaan PSU abal abal jika salah salah malah bisa menyebabkan PC mati atau bisa juga merusak komponen lain. PSU harganya tidak seberapa tapi kalau salah suplai listrik komponen lain yang harganya lebih mahal daripada PSU bisa kena imbasnya. Untuk merk PSU yang sudah terpercaya bisa ambil merk FSP Hexa+, Enermax, EVGA, Seasonic, atau Superflower. PSU tersebut banyak direkomendasikan oleh para pengguna PC.

Prosesor sudah, RAM sudah, Motherboard sudah, PSU sudah, selanjutnya pemilihan hardisk (HDD). Untuk hardisk ini terserah anda mau pilih kapasitas berapa merk apa. Namun, untuk merk hardisk yang banyak direkomendasikan biasanya Seagate dan WD. Sedangkan kapasitasnya, kalau menurut saya antara 500GB dan 1TB harganya tidak terpaut jauh, tidak sampai 100 ribu, maka saya rekomendasikan sekalian saja anda beli yang 1TB sekalian kapasitas lebih lega kan. Sedangkan jika anda memiliki budget lebih lagi, atau saya sarankan setelah beli hardisk ini anda nabung lagi untuk membeli SSD ke depannya. Penggunaan SSD sudah terbukti sangat bagus untuk meningkatkan kinerja PC, apalagi jika PC digunakan untuk editing, sangat rekomended untuk menggunakan SSD. Loading Windows, buka aplikasi whuzz whuss, dah pokoknya sangat terasa perbedaannya antara HDD dengan SSD.

Lanjut part optional jika ingin merakit PC adalah casing PC. Saya sebut optional karena tanpa menggunakan casing pun anda sudah bisa menjalankan PC anda. Anda rakit komponen di meja, anda biarkan terbuka, selesai rakit anda hidupkan, pasti bisa. Jadi casing PC ini merupakan part optional. Ya fungsinya agar PC terlihat lebih ringkas, rapi, tidak acak acakan. Pemilihan casing PC ini juga sesuai selera saja. Tapi kalau bisa sekalian ambil yang bagus, yang kekinian, yang tutup casingnya transparan jadi bisa melihat part di dalamnya. Silahkan sesuaikan dengan budget, karena pemilihan casing ini adalah pemilihan part terakhir setelah anda sudah memilih atau membeli prosesor, motherboard, RAM, PSU, dan hardisk, jika masih ada sisa budget maka tinggal alokasikan saja ke casing.

Part tambahan lain dan mungkin part terakhir adalah kipas casing/ fan case. Jika anda ingin membeli kipas casing pastikan anda sudah membeli casing dulu, jangan belum beli casing tapi sudah beli kipas, kan lucu. Fungsi kipas ini adalah agar aliran/ sirkulasi udara di dalam casing bisa lancar. Ketika PC dinyalakan dan bekerja, pasti suhu di dalam casing akan naik. Jika sirkulasi udara di dalam casing tidak lancar maka akan meningkatkan suhu komponen PC di dalamnya. Jika itu terjadi maka akan mengakibatkan PC overheat dan PC akan sering mati mati atau restart sendiri. Tapi pada dasaranya, jika ukuran casing cukup besar dan ruangan di dalam casing cukup lega, walau tanpa kipas pun sebenarnya tidak akan menyebabkan PC overheat bahkan sampai mati, paling ya suhu naik gitu saja. Tapi kalau pakai kipas bisa menurunkan suhu di dalam.

Oke, sudah cukup panjang lebar ya. Itu adalah tips dari saya sebelum anda merakit PC. Jadi anda harus menentukan ide dulu, dilanjut komponen PC seperti apa yang harus anda beli, dan jika anda sudah mantap dan mencatat komponen apa saja yang sudah terpilih, lanjut saja anda ke toko komputer atau ke toko online untuk membeli part tersebut. Oke sekian dulu, akan saya lanjutkan lagi di artikel selanjutnya, semoga bermanfaat.

Artikel bermanfaat lainnya...

One Response

Leave a Reply